19/01/2011

Pura Tirtha empul

Pura Tirtha Empul terletak di desa Tampak Siring, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, sekitar 39 km ke arah timur kota Denpasar. Lokasi tersebut merupakan lembah, dikelilingi daerah yang lebih tinggi dan di sebelah baratnya terletak Istana Kepresidenan Tampak Siring - Republik Indonesia.

Komplek Pura ini dapat dibagi menjadi tiga halaman : jaba, jaba tengah, dan jeroan. Di halaman jaba terdapat petirtaan dan taman, di jaba tengah terdapat petirtaan dengan 12 jaladwara yang masing-masing mempunyai bentuk berbeda. Di bagian jeroan terdapat tepasana sebagai altar khusus.
Komplek Pura ini dapat dibagi menjadi tiga halaman : jaba, jaba tengah, dan jeroan. Di halaman jaba terdapat petirtaan dan taman, di jaba tengah terdapat petirtaan dengan 12 jaladwara yang masing-masing mempunyai bentuk berbeda. Di bagian jeroan terdapat tepasana sebagai altar khusus dan bebrapa pelinggih tempat pemujaan. Dalam prasasti yang disimpan di Pura Sakenan, Manukaya, Tampaksiring, dikeluarkan oleh raja Indrajayasingha Warmadewa (962 Masehi) disebutkan Tirtha Empul sebagai “ tirta ri air hampul ” yang berarti tirtha di air mengepul. Maksudnya, tirtha yang keluar dari dalam tanah, kemudian tirtha hampul lambat laun berubah menjadi Tirtha Empul. Sedangkan dalam lontar Usana Bali diuraikan bahwa Tirtha Empul diciptakan oleh Bhatara Indra dalam kaitan kemenangannya melawan raja Mayadenawa yang melarang rakyat Bali melaksanakan upacara pemujaan.

di Pura Tirtha Empul ditemukan pula peninggalan arkeologi sebagai berikut :
1. Lingga yoni, terletak di halaman II, diatas sebuah altar di balik tembok (aling-aling) dari gapura yang menghadap ke sebelah barat.
2. Arca Singa, yang telah aus/rapuh di bagian mukanya sehingga sulit dikenali. Dalam mithologi Hindu, singa adalah kendaraan Dewi Durga.
3. Tepasana, adalah bangunan yang pada saat awalnya (dahulunya) hanya berupa teras. Bentuk bangunan yang ada sekarang merupakan hasil pemugaran / direstorasi pada tahun 1967 M. Tanda selesai dilakukan pemugarandengan mengunakan tahun Caka dalam bentuk rangkaian relief yang disebut Candrasangkala / kronogram yang terdiri dari relief matahari nilainya 1, gajah nilainya 8, naga nilainya 8, candi bentar nilainya 9. Bila dirangkai nilainya menjadi 1889 Caka atau 1967 M.
4. Kolam Tirtha Empul, mata airnya mengepul sendiri dari tanah, lokasinya terletak di paling bawah pada kawasan dataran rendah yang dikelilingi oleh dataran yang jauh lebih tinggi yang berada di sekitarnya. Pada tahun 960 M, mata air yang mengepul dari dalam tanah ini dibangun / diperluas oleh raja "Indrajaya Singawarmadewa.

No comments:

Post a Comment