17/01/2011

Ketut Liyer House(The Medicine Man)

I Ketut Liyer, 95 tahun, dahulunya dia seorang pelukis yang sederhana dengan melukis situasi yang ada di sekelilingnya contoh lukisannya: sawah, kerbau di sungai, pohon. Kemudian ada seorang Belanda yang mengajarkan dia melukis dengan teori yang baru tentang lukisan yang membuat dia menjadi Pelukis(Painter). Ketut Liyer menjadi penyembuh karena meneruskan tradisi keluarga sebagai balian(bahasa Bali) atau dukun, bahasa inggrisnya "The Medicine Man".

Selain dikenal sebagai pelukis, Beliau pernah menjadi pemain kesenian Arja(semacam opera khas Bali) di Ubud. Banyak orang lokal maupun wisatawan asing mendatanginya untuk diramal atau berobat.
Ketut Liyer, yang cukup fasih berbahasa Inggris, Ketika itu sekitar 6 tahun lalu Elizabeth Gilbert datang ke rumahnya. Perempuan asal Amerika itu datang sebagai pasiennya dengan wajah murung. Perempuan yang akrab disapa Liz itu datang ke Ubud untuk menenangkan diri, dari masalah hubungannya yang sedang tidak baik dengan suaminya. Meminta di ramal garis tangannya, terbukti benar dan dia kembali lagi ke Bali, dan Ketut Liyer akhirnya mengajarkan dia ber yoga dengan cara Bali, untuk menemukan jati diri dan menenangkan hati dan pikiran.
Sebelumnya Elizabeth Gilbert yang melarikan diri dari kehidupan pekerjaan, keluarga dan mencari jati dirinya sendiri. Dia memuaskan selera makan(EAT) nya di Italia yang dikenal dengan makan yang lezat, belajar spiritual(PRAY) mengenal dirinya dan yoga di India.
Dan di Bali dia kembali lagi pada Ketut Liyer untuk membantunya menerjemahkan ke Bahasa Inggris, ramuan-ramuan kuno sekaligus belajar Spiritual tetapi menemukan Cinta(LOVE)dan berteman dengan Ibu Wayan, yang berprofesi sebagai penjual obat di sebuah klinik yang menjadi teman Curhatnya, serta nantinya bertemu dengan pria Brazil yang bernama Felipe yang sangat memuja dan mencintainya di Bali. Seorang pembaca garis tangan Ketut Liyer, kian mendunia karena  pernah membaca garis tangan penulis Elizabeth Gilbert dan menjadi buku terlaris dengan judul "Eat Pray Love". Ketut Liyer tinggal di Banjar Pegosekan Kaja, di Ubud, Bali.
Bahkan, Ketut Liyer sampai dikunjungi langsung oleh pemeran utama film Eat Pray Love, Julia Roberts. dan rumahnya jadi tempat syuting. Padahal, Ketut Liyer seharusnya ikut terlibat di penggarapan film Eat Pray Love saat pengambilan gambarnya dilakukan di Pulau Bali. Namun ia tidak kecewa lantaran ia saat itu tengah sakit.
Saksikan filmnya "Eat Pray Love" dan kunjungi tempat-tempat menarik yang ada di film tersebut di Bali, anda pasti menemukannya.

4 comments:

  1. Happy new year to you and your readers!

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:26

    seriously 95 tahun? wow...

    ReplyDelete
  3. Thanks All, silahkan berkunjung ke rumah beliau.

    ReplyDelete
  4. Anonymous11:52

    dia masih mau untuk ngeramal gak ya, kalo masih tarifnya berapa? thanks

    ReplyDelete