28/02/2010

Pantai Cinta di Bali



Pantai Padang-padang ini berlokasi di Jalan Labuhan Sait, di desa Pecatu. Pantai yang paling dicari peselancar dunia karena ombaknya yang bagus. Pantai Padang-padang berdekatan dengan pantai Bingin, untuk mencapai Pantai Padang-padang, kita ambil jalan mau ke pantai Suluban dan Pura Uluwatu nanti ketemu jembatan,  dari jembatan anda bisa mengabadaikan gambar dengan latar belakang pantai Padang-padang, dari jembatan ini pemandangan pantai Padang-padang terlihat bagus dengan ombaknya yang besar serta batu karangnya yang besar. Tempat parkirnya sebelum jembatan lumayan luas tapi agak miring posisinya. Dari tempat parkiran anda tinggal turun melewati Pura, dibawah pura ada jalan menuju ke pantai tetapi agak sempit dan seperti goa, karena harus melewati lubang karang yang hanya muat untuk satu orang(tenang yang badan besar masuk kok)jadi harus antri keluar masuk pengunjung, seperti masuk ke goa dengan beberapa anak tangga ke bawah menuju pantai. Setealah melewati jalan yang seperti Goa tadi anda akan melihat hamparan pasir putih, air laut yang biru jernih tetapi pantai ini tidak begitu luas karena kanan kiri tertutup tebing dan batu karang, anda bisa berenang di pantai ini karena ombak tidak terlalu besar, kalau ingin surfing harus ke tengah laut karena ombaknya yang bagus berada di tengah laut.
Pantai ini juga buat syuting film Hollywood, artisnya Julia Roberts dengan judul Eat, Pray, Love di Bali. Dimana Julia Robert(Elizabeth)berenang dengan lawan mainnya Javier Bardem (Felipe)dalam film Eat, Pray, Love. Film ini diangkat dari sebuah novel yang hadir terlebih dahulu pada tahun 2006 berjudul : “Eat, Pray, Love” karangan Elizabeth Gilbert. Novel ini masuk dalam daftar buku terlarisnya The New York Times, merupakan novel yang menceritakan pengalaman hidup pengarangnya mencari cinta terhadap manusia dan Tuhan. Cover novel gambarnya menarik: tulisan Eat-nya meng­gunakan keju. Pray-nya menggunakan untaian tasbih atau rosario. Love-nya menggunakan rangkaian kelopak bunga anggrek. Mungkin bisa kita katakan pantai Cinta karena Elizabeth menemukan cinta nya di Bali termasuk di pantai Padang-padang. Di pantai Padang-padang paling banyak diambil buat syuting film ini, coba perhatikan Elizabeth sewaktu pergi ke bar malam hari di pantai, berenang bersama Felipe, bersandarnya kapal pesiar, Felipe termenung di batu karang, happy endingnya film juga di pantai ini. Menontonlah filmnya dan berkunjunglah ke pantai Padang-padang cari tempat-tempat yang saya berikan.
 "smile your lip, smile your mind, smile your liver"
Selamat menikmati hamparan pasir putih dan sunset, dan temukan cinta di hatimu.

Menonton Tari kecak di ujung selatan Bali( Uluwatu)

Uluwatu yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia, merupakan tempat wisata yang menawan selain pantainya dengan tebing-tebing yang tinggi dan batu karang serta ombaknya yang tinggi. Disini juga ada Pura Uluwatu, untuk bisa masuk kedalam pura ini pengunjung harus mengenakan sarung dan selempang yang bisa disewa ditempat itu. Waktu terbaik untuk mengunjungi pura Uluwatu adalah sore hari pada saat matahari terbenam sehingga bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam dan tari Kecak. Apabila diperhatikan dari bawah permukaan laut, kelihatan saling bertindih, berbentuk kepala bertengger di atas batu-batu tebing itu, dengan ketinggian antara 50-100 meter dari permukaan laut. Dengan demikian disebut Uluwatu. Ulu artinya kepala dan watu berarti batu. Menurut sejarah, ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling pulau Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda 'moksa', meninggalkan 'marcapada' (dunia) menuju 'swargaloka' (surga). Upacara atau 'piodalan' peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.
Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan monyet ekor panjang yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, anda harus ber hati-hati disekitar komplek pura terdapat segerombolan monyet. Para monyet ini biasanya suka usil dengan mengambil berbagai macam barang yang dibawa pengunjung. Barang yang sering menjadi incaran mereka adalah kacamata, tas, dompet atau apa saja yang gampang direbut dan menarik buat mainan mereka. Jadi hati-hati dengan mereka apabila sedang berkunjung di komplek pura Uluwatu Bali. Tapi jangan dipukul atau dimarahi yaa mereka penunggu Pura Uluwatu, yang setia tiap pagi datang kalau sore mereka kembali pulang ke hutan sekitar Uluwatu.
Uluwatu memiliki pemandangan sunset yang sangat bagus dan juga menikmati tari Kecak di tengah suasana sunset dan hembusan angit laut adalah pengalaman yang sangat menarik. Posisi tempat dududk penonton yang lebih tinggi dan melingkar, akan memberikan kesempatan menikmati pemandangan tari Kecak yang menakjubkan.
Tari Kecak , adalah jenis tarian Bali yang paling unik dan tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria. Tari Kecak ini berasal dari tarian sakral (Sang Hyang). Pada tari sanghyang seorang yang sedang kerasukan roh berkomunikasi denga para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabda atau itahnya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipi cerita epos Ramayana ke dalam tarian tersebut.
Cerita singkatnya adalah sebagai berikut :
Karena akal jahat Dewi Kakayi (ibu tiri) Sri Rama, putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya di asingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata, dengan ditemani adik laki-lakinya ( Laksmana) serta Istrinya (Dewi Sita) yang setia. Sri Rama pergi kehutan Dandaka, pada saat mereka berada di hutan, mereka di ketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita, Ia lalu membuat upaya untuk menculik Dewi Sita dan ia di bantu oleh Patihnya Marica. Dengan kesaktiannya, raksasa Marica menjelma menjadi kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian mereka berhasil memisahkan Dewi Sita dari Rama dan Laksmana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengkapura. Sri Rama dan Laksmana berusaha menolong Dewi Sita dari cengkraman raja yang kejam itu, atas bantuan bala tentara kera di bawah pimpinan Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Megananda, putranya sendiri. Akhirnya Sri Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.
Selamat menikmati sunset di Uluwatu dan tari Kecak.

Suckling Pig

Suckling pig begitu istilahnya orang Bule(bahasa Inggris) buat babi guling(maaf, menu ini khusus untuk non muslim).
Babi guling (di Bali disebut be guling) adalah sejenis makanan yang terbuat dari anak babi betina atau jantan, di mana perutnya diisikan dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon dan lalu dipanggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kecoklatan dan renyah. Awalnya babi guling pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan, namun saat ini babi guling telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel tertentu di daerah Bali. Nama babi guling untuk daerah Bali masyarakat suka menyebut dengan nama be guling. Babi guling yang paling terkenal berasal dari kabupaten Gianyar. Untuk di Kabupaten Gianyar bisa anda mencari di daerah Ubud, dekat pasar Ubud ada babi guling Bu Oka yang terkenal di dunia, sedikit mahal makan disini, kelasnya Bule dibandingkan di pasar Gianyar, di pasar Gianyar lebih banyak pilihan babi gulingnya tinggal pilih tempat makan yang kamu suka didalam pasar atau di luar pasar dekat pertokoan dan parkiran motor yang berjejeran warung makan. Tetapi anda jangan takut di daerah Kuta ada yang penjual babi guling Ibu Sekar tapi malam hari di pasar Kuta sampingnya warung nasi pedas Ibu Hanif lokasinya dekat pertigaan Kuta yang mau nenuju BCA Kuta, Gelael, Denpasar. Kalau pagi hari sampai siang juga ada di daerah Denpasar jalan Imam Bonjol, namanya babi guling Bali Tulen lokasinya sampingnya bengkel vespa pinggir sungai, saya akan beri petunjuk arah untuk menemukannya kalau anda dari Kuta setelah perempatan Teuku Umar dan Marlboro anda ambil jalan lurus aja menuju Denpasar Kota, anda tetap di jalan Imam Bonjol warungnya sebelah kanan jalan ada tulisan Babi Guling, warungnya terbuat dari bambu. Tempat babi guling yang saya tulis ini yang enak dan terkenal, biar anda yang ingin mencoba tidak kecewa.
Selamat menikmati be guling khas Bali.

Wisata Kuliner di Pasar Gianyar

Pasar Umum Gianyar seperti pasar tradisional Bali tetapi disini bagi yang suka wisata kuliner atau yang suka makan apalagi yang mencari babi guling khas Gianyar disini tempatnya, lidah anda juga akan dimanja oleh berbagai menu khas Bali. Pasar Gianyar yang selalu menjaga kebersihan dan kerapian pasar. Disini juga menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan upacara umat hindu. Parkiran cukup luas, dengan lingkungan yang aman, tempat ini merupakan pusat perdagangan di kota Gianyar.