06/09/2010

Jatiluwih Rice Field( Hamparan Luas Sawah Terasiring)

Jatiluwih terletak di daerah Penebel, Tabanan, Bali, Jatiluwih terletak 48 km dari Denpasar. Lokasinya 28 Km di bagian utara kota Tabanan. Jatiluwih terkenal dengan panorama persawahannya yang indah. Jatiluwih merupakan daerah yang berdekatan dengan Gunung Batukaru dan terletak pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah persawahan yang dibuat berundak (terasiring) atau dikenal dengan sawah berteras khas Bali yang akan membuat Anda semakin mengangguminya. Daerah persawahan ini berbentuk teras dengan luas sekitar 636 hektar.memakai sistem pengairan subak yaitu sistem pengairan atau irigasi tradisional Bali yang berbasis budaya dan masyarakat. Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali, Indonesia. Subak ini biasanya memiliki pura yang dinamakan Pura Uluncarik. Yang khusus dibangun oleh para petani dan diperuntukkan bagi dewi kemakmuran dan kesuburan Dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang pemuka adat yang juga adalah seorang petani di Bali

Makna nama Jatiluwih  yang terdiri dari kata "Jati" dan "Luwih" yang berarti "benar benar indah"
Dari jalan aspal yang sudah ramai berdiri warung jualan makanan, untuk mengisi perut yang kosong sebelum trekking  turun ke bawah, melintasi hamparan sawah yang indah dan hijau. Sungguh menyenangkan trekking dan bersepeda menelusuri sawah yang indah ini dapat menuju Pura luhur Besi kalung.

Pura Luhur Besi Kalung berlokasi di daerah pegunungan di lereng gunung bagian selatan Gunung Batukaru. Secara teritorial wilayah ini termasuk wilayah Jatiluwih. Tapi yang menjadi pengempon pura berada di wilayah Desa Adat Ulu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Berdirinya Pura Besi Kalung, tapi ada beberapa informasi yang dapat digunakan sebagai alternatif tentang asal-usul Pura. Sumber pertama: Prasasti Babahan I yang bertahun caka 839 (917 M) yang tersimpan di Pura Puseh Jambelangu Desa Adat Bolangan, nama Besi Kalung berasal dari kata ‘Cala Silunglung’ yang berubah penyebutannya menjadi ‘Sikalung’ kemudian kembali mengalami perubahan ‘Besikalung’. dan sumber kedua berasal dari adanya peninggalan Lingga yang ada pada palinggih pokok (agung), Apabila lingga itu dipukul maka akan mengeluarkan suara nyaring seperti besi. Bentuk lingga itu bulat panjang dan pada bagian atasnya dihiasai dengan lingkaran seperti kalung, yang melingkarinya. Kemudian dari lingga yang seperti berkalung tersebutlah akhirnya Pura ini disebut dengan Pura Luhur Besikalung. Kenapa nama Pura ini didepannya berisi kata luhur karena letaknya yang ada di atas perbukitan.  “Kata Besikalung juga dihubungkan dengan kata Pagerwesi yang berarti berpagar besi melingkar,” ujar Jero Mangku Agung Luhur Besikalung, I Gede Sukayasa.(artikelbali.blogspot.com)
Selamat menikmati pemandangan hamparan sawah yang indah dan unik, sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.

No comments:

Post a Comment