04/03/2010

Mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan

Sejarah keberadaan Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan diuraikan dalam Lontar Babad Mengwi. Diceritakan, I Gusti Agung Putu dalam suatu pertandingan yang bersifat kesatria dikalahkan oleh I Gusti Ngurah Batu Tumpeng atau Ki Ngurah Kekeran. Sebagai orang yang kalah, I Gusti Agung Putu menjadi tawanan dan diserahkan kepada I Gusti Ngurah Tabanan. Oleh I Ngurah Tabanan, I Gusti Agung Putu diserahkan kepada seorang Patih dari Marga yang bernama I Gusti Bebalang. Tidak begitu lama di Marga, I Gusti Agung Putu berniat meningkatkan kesaktian dan kesuciannya. Niat ini muncul atas renungan mendalam karena kalah dalam perang tanding melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Untuk meningkatkan kemampuan diri, ia melakukan tapa brata di puncak Gunung Mangu. Dalam tapa brata itu Gusti Agung Putu mendapat berbagai pencerahan dan kesaktian sebagai seorang kesatria.

Setelah I Gusti Agung merasa cukup mapan, beliau turun gunung dan mendirikan istana di Belayu atau di Bala Ayu. Di sini I Gusti Agung Putu banyak memiliki pengikut. Pertandingan secara kesatria lagi diulang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Pertarungan akhirnya dimenangkan oleh I Gusti Agung Putu. Setelah kemenangan itu istananya di Belayu dipindahkan ke Bekak dengan nama Puri Kaleran. Di sini I Gusti Agung Putu mendirikan tempat pemujaan dengan nama Taman Ganter dan istananya bernama Kawiapura. Setelah mengalahkan musuh-musuhnya termasuk membantu Raja Tabanan mengalahkan musuhnya, selanjutnya ia mendirikan tempat pemujaan di tepi Danau Beratan untuk memuja Batara di Pura Puncak Mangu. Hal ini terjadi menurut Babad Mengwi tahun Saka 1556.

Pura Ulun Danu Beratan tahap demi tahap diperluas dan disempurnakan bersama dengan rakyatnya, sehingga menjadi Pura Kahyangan Jagat. Pura Ulun Danu terdiri atas empat komplek pura. Komplek pelinggih Lingga Petak, kompleks Pura Pesimpangan Puncak Mangu, komplek Pura Pesimpangan Terate Bang dan komplek Pura Dalem Purwa.
Meskipun pura ini sebagai Pura Ulun Danu yaitu hulunya kehidupan pengairan di pura ini juga dipuja Batara Tri Purusa dan Batara Tri Murti. Tuhan jiwa alam semesta dan Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pemralina(pelebur).
Sumber BaliPost.
Anda dapat melihat pura ini dari dipinggir danau Beratan yang sering masyarakat makan bakso, dan melepas lelah sambil bermain atau memancing ikan di pinggir danau.
Silahkan anda berkunjung ke Pura Ulun Danu, disini suasana sangat indah, banyak bunga yang indah dan anda bisa mengunjungi masing-masing Komplek Pura.

6 comments:

  1. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi

    kita semua :)keep update!
    perawatan mobil

    ReplyDelete
  2. mobil amerika10:43

    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!mobil amerika

    ReplyDelete
  3. Anonymous13:18

    terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) andien

    ReplyDelete
  4. harga Yamaha Bison 201410:29

    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Yamaha Bison 2014

    ReplyDelete
  5. Titi Dj10:27


    terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) Titi DJ

    ReplyDelete
  6. harga honda mobilio 201415:19


    Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Honda Mobilio 2014

    ReplyDelete