25/02/2010

Wisata bawah laut di Nusa Penida

Nusa Penida adalah sebuah pulau (nusa) yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.
Karena letaknya yang diseberang lautan, maka tentu saja sarana transportasi laut menjadi tumpuan utama. Kurang lebih 10 tahun yang lalu, sarana transportasi laut dari dan ke Nusa Penida sangatlah terbatas. Yang ada hanyalah jukung-jukung kecil(perahu kecil) bermesin seadanya, juga perahu perahu barang yang sekalian juga angkut penumpang. Dari pantai Sanur dan pantai Kusamba ada juga dari Padang Bai, perahu-perahu tersebut biasanya membawa barang hasil bumi dan rumput laut tapi mesinnya cuman berkekuatan 50 PK. sekarang mau pergi berwisata ke Nusa Penida ada berbagai macam pilihan sekarang baik dari jukung-jukung yang berbadan lebar sampai kapal feri dari Pelabuhan Padang Bai dan juga Kapal Cepat seperti Quicksilver dari Pelabuhan Benoa. Nusa Penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah berkapur. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, nelayan dan buruh, dan lainnya sebagai pedagang.
Pariwisata masih yang berkembang di Nusa Lembongan sudah banyak vila-vila, sementara di Nusa Penida masih belum berkembang sama sekali, hanya terlihat aktivitas snorkeling dan diving. Nusa Penida termasuk wilayah Kabupaten Klungkung. Ada 3 kepulauan yang membentuk wilayah Nusa Penida yaitu Nusa Penida (pulau besar), Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.
Kalau anda berangkat dari Pelabuhan Sanur maka pilihan yang tersedia adalah naik Perahu/boat waktu yang ditempuh sekitar 2 jam dan tiba di pelabuhan Toyapakeh, Nusa Penida. Bagi yang memilih berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, ada dua alternatif, dengan speed boat atau naik kapal ferry roro. Bagi yang dikejar waktu, speedboat jadi pilihan yg tepat karena waktu tempuhnya cukup singkat kurang lebih 30-40 menit. Akan tetapi bagi yang membawa kendaraan roda dua/roda empat, maka kapal ferry jadi pilihan, waktu tempuhnya sekitar 1-1,5 jam. jadwalnya pun hanya sekali sehari (siang), bandingkan dengan speed boat yang bisa sampai 15 kali sehari round trip Padangbai-Penida.
Disana juga terdapat temapat yang indah untuk dikunjungi Pura Batumedawu, Pura Goa Giri Putri, Pura Dalem Ped, Puncak Mundi, dan beberapa sumber mata air di sebelah selatan Nusa Penida yang menawarkan pemandangan Laut dengan tebing yang berketinggian antara 50 – 200 meter. Untuk yang suka menyelam(Diving) dan Snorkeling pulau Nusa Penida punya temapat yang terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point
Setiap tahun penyelam datang dari penjuru dunia untuk menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida. Disamping terumbu karang yang berwarna-warni dengan aneka jenis ikan karang, perairan Nusa Penida juga rumah bagi hewan laut langka seperti pari manta (manta ray), penyu (sea turtle), paus dan lumba-lumba (cetacean).
Namun diantara semuanya itu, ikan mola-mola (oceanic sunfish) merupakan hewan laut yang fenomenal dan menjadi primadona bagi dunia bawah laut Nusa Penida. Bentuknya yang unik, besar di bagian kepala dengan mata jenaka dan dua sirip yang menjulang seperti tanpa ekor.
Mola-mola akan terlihat di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juli-November setiap tahunnya. Dua titik penyelaman yang dapat melihat mola-mola biasanya dijumpai yaitu Blue Corner dan Crystal Bay. Penyelam biasa melihat mola-mola bergerombol 2 sampai 8 ekor. Ukuran rata-rata mola-mola sekitar 1.8 meter, dan ukuran terbesar yang pernah ditemukan sekitar 3.4 meter.
Keberadaan mola-mola bukan hanya menarik tapi juga aset penting bagi Nusa Penida. Secara tak sengaja mola-mola mati akibat terjerat pancing dan jaring (by catch). Jumlah penyelam yang terlalu banyak, dan kadang “memaksa” untuk mengambil gambar bersama mola-mola dengan jarak yang terlalu dekat juga mengusik keberadaan mola-mola. Bahkan beberapa mola-mola dijumpai mati akibat menelan plastik yang mereka kira ubur-ubur sebagai makanannya. Untuk itu kita harus menjaga kebersihan Pantai dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan buanglah pada tempatnya.
Silahkan berlibur di Nusa Penida bagi anda yang suka kehidupan bawah laut.

No comments:

Post a Comment