28/02/2010

Pantai Cinta di Bali



Pantai Padang-padang ini berlokasi di Jalan Labuhan Sait, di desa Pecatu. Pantai yang paling dicari peselancar dunia karena ombaknya yang bagus. Pantai Padang-padang berdekatan dengan pantai Bingin, untuk mencapai Pantai Padang-padang, kita ambil jalan mau ke pantai Suluban dan Pura Uluwatu nanti ketemu jembatan,  dari jembatan anda bisa mengabadaikan gambar dengan latar belakang pantai Padang-padang, dari jembatan ini pemandangan pantai Padang-padang terlihat bagus dengan ombaknya yang besar serta batu karangnya yang besar. Tempat parkirnya sebelum jembatan lumayan luas tapi agak miring posisinya. Dari tempat parkiran anda tinggal turun melewati Pura, dibawah pura ada jalan menuju ke pantai tetapi agak sempit dan seperti goa, karena harus melewati lubang karang yang hanya muat untuk satu orang(tenang yang badan besar masuk kok)jadi harus antri keluar masuk pengunjung, seperti masuk ke goa dengan beberapa anak tangga ke bawah menuju pantai. Setealah melewati jalan yang seperti Goa tadi anda akan melihat hamparan pasir putih, air laut yang biru jernih tetapi pantai ini tidak begitu luas karena kanan kiri tertutup tebing dan batu karang, anda bisa berenang di pantai ini karena ombak tidak terlalu besar, kalau ingin surfing harus ke tengah laut karena ombaknya yang bagus berada di tengah laut.
Pantai ini juga buat syuting film Hollywood, artisnya Julia Roberts dengan judul Eat, Pray, Love di Bali. Dimana Julia Robert(Elizabeth)berenang dengan lawan mainnya Javier Bardem (Felipe)dalam film Eat, Pray, Love. Film ini diangkat dari sebuah novel yang hadir terlebih dahulu pada tahun 2006 berjudul : “Eat, Pray, Love” karangan Elizabeth Gilbert. Novel ini masuk dalam daftar buku terlarisnya The New York Times, merupakan novel yang menceritakan pengalaman hidup pengarangnya mencari cinta terhadap manusia dan Tuhan. Cover novel gambarnya menarik: tulisan Eat-nya meng­gunakan keju. Pray-nya menggunakan untaian tasbih atau rosario. Love-nya menggunakan rangkaian kelopak bunga anggrek. Mungkin bisa kita katakan pantai Cinta karena Elizabeth menemukan cinta nya di Bali termasuk di pantai Padang-padang. Di pantai Padang-padang paling banyak diambil buat syuting film ini, coba perhatikan Elizabeth sewaktu pergi ke bar malam hari di pantai, berenang bersama Felipe, bersandarnya kapal pesiar, Felipe termenung di batu karang, happy endingnya film juga di pantai ini. Menontonlah filmnya dan berkunjunglah ke pantai Padang-padang cari tempat-tempat yang saya berikan.
 "smile your lip, smile your mind, smile your liver"
Selamat menikmati hamparan pasir putih dan sunset, dan temukan cinta di hatimu.

Menonton Tari kecak di ujung selatan Bali( Uluwatu)

Uluwatu yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia, merupakan tempat wisata yang menawan selain pantainya dengan tebing-tebing yang tinggi dan batu karang serta ombaknya yang tinggi. Disini juga ada Pura Uluwatu, untuk bisa masuk kedalam pura ini pengunjung harus mengenakan sarung dan selempang yang bisa disewa ditempat itu. Waktu terbaik untuk mengunjungi pura Uluwatu adalah sore hari pada saat matahari terbenam sehingga bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam dan tari Kecak. Apabila diperhatikan dari bawah permukaan laut, kelihatan saling bertindih, berbentuk kepala bertengger di atas batu-batu tebing itu, dengan ketinggian antara 50-100 meter dari permukaan laut. Dengan demikian disebut Uluwatu. Ulu artinya kepala dan watu berarti batu. Menurut sejarah, ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling pulau Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda 'moksa', meninggalkan 'marcapada' (dunia) menuju 'swargaloka' (surga). Upacara atau 'piodalan' peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.
Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan monyet ekor panjang yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, anda harus ber hati-hati disekitar komplek pura terdapat segerombolan monyet. Para monyet ini biasanya suka usil dengan mengambil berbagai macam barang yang dibawa pengunjung. Barang yang sering menjadi incaran mereka adalah kacamata, tas, dompet atau apa saja yang gampang direbut dan menarik buat mainan mereka. Jadi hati-hati dengan mereka apabila sedang berkunjung di komplek pura Uluwatu Bali. Tapi jangan dipukul atau dimarahi yaa mereka penunggu Pura Uluwatu, yang setia tiap pagi datang kalau sore mereka kembali pulang ke hutan sekitar Uluwatu.
Uluwatu memiliki pemandangan sunset yang sangat bagus dan juga menikmati tari Kecak di tengah suasana sunset dan hembusan angit laut adalah pengalaman yang sangat menarik. Posisi tempat dududk penonton yang lebih tinggi dan melingkar, akan memberikan kesempatan menikmati pemandangan tari Kecak yang menakjubkan.
Tari Kecak , adalah jenis tarian Bali yang paling unik dan tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria. Tari Kecak ini berasal dari tarian sakral (Sang Hyang). Pada tari sanghyang seorang yang sedang kerasukan roh berkomunikasi denga para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabda atau itahnya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipi cerita epos Ramayana ke dalam tarian tersebut.
Cerita singkatnya adalah sebagai berikut :
Karena akal jahat Dewi Kakayi (ibu tiri) Sri Rama, putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya di asingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata, dengan ditemani adik laki-lakinya ( Laksmana) serta Istrinya (Dewi Sita) yang setia. Sri Rama pergi kehutan Dandaka, pada saat mereka berada di hutan, mereka di ketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita, Ia lalu membuat upaya untuk menculik Dewi Sita dan ia di bantu oleh Patihnya Marica. Dengan kesaktiannya, raksasa Marica menjelma menjadi kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian mereka berhasil memisahkan Dewi Sita dari Rama dan Laksmana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengkapura. Sri Rama dan Laksmana berusaha menolong Dewi Sita dari cengkraman raja yang kejam itu, atas bantuan bala tentara kera di bawah pimpinan Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Megananda, putranya sendiri. Akhirnya Sri Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.
Selamat menikmati sunset di Uluwatu dan tari Kecak.

Suckling Pig

Suckling pig begitu istilahnya orang Bule(bahasa Inggris) buat babi guling(maaf, menu ini khusus untuk non muslim).
Babi guling (di Bali disebut be guling) adalah sejenis makanan yang terbuat dari anak babi betina atau jantan, di mana perutnya diisikan dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon dan lalu dipanggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kecoklatan dan renyah. Awalnya babi guling pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan, namun saat ini babi guling telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel tertentu di daerah Bali. Nama babi guling untuk daerah Bali masyarakat suka menyebut dengan nama be guling. Babi guling yang paling terkenal berasal dari kabupaten Gianyar. Untuk di Kabupaten Gianyar bisa anda mencari di daerah Ubud, dekat pasar Ubud ada babi guling Bu Oka yang terkenal di dunia, sedikit mahal makan disini, kelasnya Bule dibandingkan di pasar Gianyar, di pasar Gianyar lebih banyak pilihan babi gulingnya tinggal pilih tempat makan yang kamu suka didalam pasar atau di luar pasar dekat pertokoan dan parkiran motor yang berjejeran warung makan. Tetapi anda jangan takut di daerah Kuta ada yang penjual babi guling Ibu Sekar tapi malam hari di pasar Kuta sampingnya warung nasi pedas Ibu Hanif lokasinya dekat pertigaan Kuta yang mau nenuju BCA Kuta, Gelael, Denpasar. Kalau pagi hari sampai siang juga ada di daerah Denpasar jalan Imam Bonjol, namanya babi guling Bali Tulen lokasinya sampingnya bengkel vespa pinggir sungai, saya akan beri petunjuk arah untuk menemukannya kalau anda dari Kuta setelah perempatan Teuku Umar dan Marlboro anda ambil jalan lurus aja menuju Denpasar Kota, anda tetap di jalan Imam Bonjol warungnya sebelah kanan jalan ada tulisan Babi Guling, warungnya terbuat dari bambu. Tempat babi guling yang saya tulis ini yang enak dan terkenal, biar anda yang ingin mencoba tidak kecewa.
Selamat menikmati be guling khas Bali.

Wisata Kuliner di Pasar Gianyar

Pasar Umum Gianyar seperti pasar tradisional Bali tetapi disini bagi yang suka wisata kuliner atau yang suka makan apalagi yang mencari babi guling khas Gianyar disini tempatnya, lidah anda juga akan dimanja oleh berbagai menu khas Bali. Pasar Gianyar yang selalu menjaga kebersihan dan kerapian pasar. Disini juga menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, hingga kebutuhan upacara umat hindu. Parkiran cukup luas, dengan lingkungan yang aman, tempat ini merupakan pusat perdagangan di kota Gianyar.

27/02/2010

Pantai Jerman serpihan sejarah Kuta

Pantai Jerman di bagian selatan Kuta, Jl. Wanasegara, Kuta Kabupaten Badung berdekatan dengan Tuban, nama Tuban sendiri karena daerah ini dulunya adanya komunitas saudagar dari kota Tuban di Jawa Timur yang berlabuh dan menetap disini dan juga berdekatan dengan Bandara International Ngurah Rai, Pantai Jerman dulu nya adalah pelabuhan Kuta di mana para pedagang dari luar Bali berlabuh dengan membawa barang barang dagangan untuk bertransaksi pada waktu itu. menurut catatan Pierre Dubois dalam kedudukannya sebagai civiel gezaghebber Pemerintah Belanda, yang diizinkan untuk tinggal di daerah Kuta yang merupakan pelabuhan yang terpenting di Bali Selatan waktu itu. Pierre Dubois, Wakil Pemerintahan Hindia Belanda yang tinggal di Kuta pada tahun 1827.
Pada Abad 19, Mads Lange seorang syahbandar asal Denmark juga menetap dan mendirikan markas dagang di Kuta, Selama tinggal di Bali dia sering menjadi perantara antara Raja-Raja di Bali dan Belanda. Mads Longe meninggal secara misterius. Kuburan Mads Longe terletak disebelah konco di pinggir sungai tersebut. Dahulu pelabuhan Kuta yang terkenal karena pelabuhan sudah tidak ada kena abrasi air laut dan digantikan namanya menjadi Pantai Jerman karena adanya perumahan warga Jerman. Tetapi sekarang di ganti lagi menjadi Pantai Segara karena perumahan warga Jerman sudah tenggelam(habis kena abrasi). Yang tersisa dari pantai Jerman/Segara adalah perahu-perahu nelayan tetapi tidak melaut untuk cari ikan(kadang-kadang mereka mencari ikan tetapi untuk musim ikan banyak), kalau lagi musim wisatawan mereka mengantar para peselancar ke tengah laut buat main surfing namanya Kuta Reef lokasi nya berdekatan dengan Bandara International Ngurah Rai sensasinya anda dapat merasakan hembusan angin pesawat terbang naik dan turun menuju Bandara International Ngurah Rai dan juga tengah laut jadi bukan di pinggir pantai. Pantai Jerman walaupun tidak banyak orang tahu seperti pantai Kuta tetapi masih banyak masyarakat sekitar Kuta yang datang pada pagi hari atau sore untuk berenang, bermain air,dll. Karena tidak ada ombak yang besar seperti di pantai Kuta,anda bisa berenang dan bermain air tanpa takut datangnya ombak besar. Dari pantai Jerman ini kita bisa menuju pantai Kuta dengan berjalan kaki/bersepeda gayung di paving blok(jogging track) yang terbentang luas di sepanjang pantai Kuta.
Selamat menikmati sunset pantai Jerman dan bermain air sepuasnya.

26/02/2010

Misteri Goa Gajah

Goa Gajah terletak di desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, jarak dari Denpasar kurang lebih 26 km, terletak di pinggir jalan raya.Pura ini dikelilingi oleh persawahan dengan keindahan sungai Petanu. Disekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti yeh Pulu, Samuan Tiga, gedong Arca, Arjuna Bertapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain.

Terasering Tegallalang

Tegallalang terletak di sebelah utara Ubud kurang lebih 20 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor. Daerah ini terkenal dengan sawah terasering(dengan membentuk teras-teras di perbukitan dan pertanian berkontur), dapat menahan erosi air dan angin.

25/02/2010

Melihat Holy Snake di Tanah Lot

Anda ingin menikmati sunset sekaligus Pura dan Pantai tidak usah bingung , anda bisa ke Tanah Lot disitu juga anda dapat melihat dan menyentuh Ular Suci yang berada di sekitar Pura Tanah Lot. Parkiran luas, tempat makan dan Art Shop banyak tersedia disini. Jarak tempuh hanya 30 menit dari Kuta, lokasi Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan.

Bersantai di Gili Trawangan


Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Gili Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian.
Kalau anda suka Diving atau pun Snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau, dengan sepeda gayung(disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan)atau Cidomo (sejenis delman)., tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain)

Menanti Senja di pantai Jimbaran

Kalau anda datang ke Bali terus ingin menikmati ikan bakar dan melihat jingga senja, datanglah lebih awal sebelum matahari terbenam sekitar jam 5 sore. Kita bisa makan ikan bakar pilihan kita, sambil menikmati suara ombak dan semilir angin laut yang menenangkan pikiran. Menjelang malam tiba deretan cafe ikan bakar ini akan semakin indah dan romantis, sepanjang pantai terlihat lilin yang menghiasi meja-meja makan dan juga alunan musik dari para pemusik pantai yang menyanyikan lagu-lagu romantis barat(bukan hanya bahasa Inggris) .
Disisi selatan, kita bisa melihat kerlap kerlip lampu hotel berbintang lima yang berada Bukit Jimbaran, sedangkan disisi utara, kita dapat menyaksikan naik-turunnya pesawat serta kesibukan Bandara Ngurah Rai. Jarak tempuh dengan menggunakan kendaran bermotor hanya 15 menit dari Kuta dan 30 menit dari Denpasar menuju pantai Jimbaran.
Banyak juga paket tour anak sekolah atau perusahaan dari Indonesia yang makan disini, wisatawan lokal maupun mancanegara juga ada. Sebuah cafe ikan bakar yang cukup khas dan cita rasa masakan yang unik. Disini kita dapat langsung memilih berbagai jenis ikan, udang, kepiting, kerang ataupun cumi-cumi yang masih segar. Apapun yang kita pilih, langsung ditimbang beratnya dan kemudian diolah menjadi makanan lezat sesuai dengan selera kita, apakah mau dibakar, digoreng tepung atau dibuat dengan bumbu asam manis.
Menu makanan laut yang disajikan pun terkesan tidak jauh berbeda dari kafe-kafe disekitarnya. Menu ikan bakar disantap bersama dengan nasi putih hangat(biasanya diberi nasinya sebakul jadi puas dech kalau mau nambah) ditambah Sambal matah (sambal Bali), rasanya segar dan pedasnya menggigit dan plecing kangkung ( kangkung rebus yang rasanya segar dan masih renyah ini disajikan dengan sambal plecing yang gurih pedesnya khas Bali ).

Silahkan mencoba menu Ikan Bakar khas Jimbaran.

Ada Teletubies di Bromo

Kawasan Wisata Bromo
Di wilayah pegunungan di Tengger, kita mengenal adanya Gunung Batok, lautan pasir, dan kawah Gunung Bromo yang terkenal.
Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ada banyak cara untuk menikmati keindahan Gunung Bromo, yaitu dengan melihat sun rise dari pukul 4 pagi di puncak gunung Penanjakan, sudah banyak orang yang kumpul di puncak Gunung Penanjakan mereka rata-rata bawa mobil sendiri atau sewa Jip Hardtop buat pagi nya turun ke bawah untuk melihat Kawah Gunung Bromo atau tempat wisata lainnya.

Bromo tidak hanya Gunung tetapi melihat savanna yang indah yang berada di Bromo Selatan ini. Warna padang rumputnya hijau dengan ilalang berwarna pink. Penduduk sekitar menyebut padang rumput ini dengan nama Bukit Teletubies karena bentuknya yang menyerupai rumah para teletubies,karena begitu indahnya seperti temapt bermainnya Teletubies. Ternyata ini yang dibilang orang-orang ada Teletubies di Bromo, tidak rugi ternyata datang berpetualang di kawasan Bromo, anda bisa menikmati hamaparan luas lautan pasir inget aku seperti film Pasir berbisik apalagi ditemani Dian Sastrowardoyo. Di sekitar Bromo ada Pura Luhur Kahyangan Poten, tempat masyarakat suku Tengger melaksanakan upacara Yadnya Kasada atau upacara Piodalan merupakan upacara ulang tahun Pura Luhur kahyangan Poten yang dilaksanakan pada purnama Kasada berdasarkan hitungan kalender Tengger, meskipun sebutannya bertepatan dengan purnama Kasada, upacara piodalan tidak harus berbarengan dengan Yadnya Kasada, tapi bisa sebelumnya atau sesudahnya.
Selamat menikmati pemandangan kawasan Bromo yang terdapat bukit Teletubies bukan Teletubies nya tetapi anda bisa bermain jadi Teletubies di bukit ini.

Wisata bawah laut di Nusa Penida

Nusa Penida adalah sebuah pulau (nusa) yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.
Karena letaknya yang diseberang lautan, maka tentu saja sarana transportasi laut menjadi tumpuan utama. Kurang lebih 10 tahun yang lalu, sarana transportasi laut dari dan ke Nusa Penida sangatlah terbatas. Yang ada hanyalah jukung-jukung kecil(perahu kecil) bermesin seadanya, juga perahu perahu barang yang sekalian juga angkut penumpang. Dari pantai Sanur dan pantai Kusamba ada juga dari Padang Bai, perahu-perahu tersebut biasanya membawa barang hasil bumi dan rumput laut tapi mesinnya cuman berkekuatan 50 PK. sekarang mau pergi berwisata ke Nusa Penida ada berbagai macam pilihan sekarang baik dari jukung-jukung yang berbadan lebar sampai kapal feri dari Pelabuhan Padang Bai dan juga Kapal Cepat seperti Quicksilver dari Pelabuhan Benoa. Nusa Penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah berkapur. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, nelayan dan buruh, dan lainnya sebagai pedagang.
Pariwisata masih yang berkembang di Nusa Lembongan sudah banyak vila-vila, sementara di Nusa Penida masih belum berkembang sama sekali, hanya terlihat aktivitas snorkeling dan diving. Nusa Penida termasuk wilayah Kabupaten Klungkung. Ada 3 kepulauan yang membentuk wilayah Nusa Penida yaitu Nusa Penida (pulau besar), Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.
Kalau anda berangkat dari Pelabuhan Sanur maka pilihan yang tersedia adalah naik Perahu/boat waktu yang ditempuh sekitar 2 jam dan tiba di pelabuhan Toyapakeh, Nusa Penida. Bagi yang memilih berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, ada dua alternatif, dengan speed boat atau naik kapal ferry roro. Bagi yang dikejar waktu, speedboat jadi pilihan yg tepat karena waktu tempuhnya cukup singkat kurang lebih 30-40 menit. Akan tetapi bagi yang membawa kendaraan roda dua/roda empat, maka kapal ferry jadi pilihan, waktu tempuhnya sekitar 1-1,5 jam. jadwalnya pun hanya sekali sehari (siang), bandingkan dengan speed boat yang bisa sampai 15 kali sehari round trip Padangbai-Penida.
Disana juga terdapat temapat yang indah untuk dikunjungi Pura Batumedawu, Pura Goa Giri Putri, Pura Dalem Ped, Puncak Mundi, dan beberapa sumber mata air di sebelah selatan Nusa Penida yang menawarkan pemandangan Laut dengan tebing yang berketinggian antara 50 – 200 meter. Untuk yang suka menyelam(Diving) dan Snorkeling pulau Nusa Penida punya temapat yang terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point
Setiap tahun penyelam datang dari penjuru dunia untuk menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida. Disamping terumbu karang yang berwarna-warni dengan aneka jenis ikan karang, perairan Nusa Penida juga rumah bagi hewan laut langka seperti pari manta (manta ray), penyu (sea turtle), paus dan lumba-lumba (cetacean).
Namun diantara semuanya itu, ikan mola-mola (oceanic sunfish) merupakan hewan laut yang fenomenal dan menjadi primadona bagi dunia bawah laut Nusa Penida. Bentuknya yang unik, besar di bagian kepala dengan mata jenaka dan dua sirip yang menjulang seperti tanpa ekor.
Mola-mola akan terlihat di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juli-November setiap tahunnya. Dua titik penyelaman yang dapat melihat mola-mola biasanya dijumpai yaitu Blue Corner dan Crystal Bay. Penyelam biasa melihat mola-mola bergerombol 2 sampai 8 ekor. Ukuran rata-rata mola-mola sekitar 1.8 meter, dan ukuran terbesar yang pernah ditemukan sekitar 3.4 meter.
Keberadaan mola-mola bukan hanya menarik tapi juga aset penting bagi Nusa Penida. Secara tak sengaja mola-mola mati akibat terjerat pancing dan jaring (by catch). Jumlah penyelam yang terlalu banyak, dan kadang “memaksa” untuk mengambil gambar bersama mola-mola dengan jarak yang terlalu dekat juga mengusik keberadaan mola-mola. Bahkan beberapa mola-mola dijumpai mati akibat menelan plastik yang mereka kira ubur-ubur sebagai makanannya. Untuk itu kita harus menjaga kebersihan Pantai dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan buanglah pada tempatnya.
Silahkan berlibur di Nusa Penida bagi anda yang suka kehidupan bawah laut.

The Secret Beach in Bali

Pantai rahasia di Bali adalah pantai Bingin (Bingin Beach) ya benar dulu hanya orang tertentu yang tahu ada pantai Bingin, karena untuk menuju pantai kita harus melewati kebun penduduk terus menuruni tangga batu di jalan sempit dan juram di tepi batu-batu karang. Bertitik dari puncak tebing sampai ke pantai  begitu banyak warung dan penginapan.
Mereka juga menawarkan makanan dan pijat bagi yang pegal-pegal habis turun naik tangga atau berselancar. Beberapa warung yang menyediakan akomodasi untuk anda yang ingin honeymoon atau menikmati indahnya panorama pantai Bingin.
Daerah ini terkenal apa yang terletak di bawah tebing dan 100 meter dari pantai. Pantai Bingin hanya di ketahui oleh para peselencar dari mulut ke mulut di karena kan ombak pantai Bingin yang bisa mencapai ketinggian 5 meter.
Pantai Bingin yang berada dalam satu garis pantai itu antara pantai Dreamland dan pantai Padang Padang. Seluruh pantai itu mampu memberi puncak-puncak gelombang secara sinambung dalam jarak sekitar tiga kilometer. Ada yang konsisten dengan keteraturan gelombang yang indah pecah di karang membentuk hander kiri yang sempurna.
Sebelah kiri terletak pantai Bingin terdapat karang terkenal lain yang disebut Impossible. Bila  tinggal di Bingin, akan terbiasa dengan gaya hidup santai. Kecuali orang yang suka keramaian ya pantai Kuta tempatnya tetapi yang membenci keramaian ingin pergi ke tempat-tempat sunyi disini tempatnya Bingin Beach. Air laut pantai ini sangat jernih dan gelombangnya cukup tinggi, sehingga merupakan pantai yang paling dikenal dikalangan peselancar dunia. Di sore hari,  bisa melihat pemandangan sunset yang begitu indah.
Gelombang demi gelombang peselancar menikmati diri mereka sendiri mendapatkan barel setelah barel. Dari Bingin Beach dapat berjalan kaki di sepanjang garis pantai menuju Dreamland Beach atau Padang-Padang tetapi kalau airnya surut  yang terdapat karang pantai.
Pantai Bingin yang terletak di Kabupaten Badung Kecamatan Kuta Selatan Desa Pecatu sebagai objek wisata surfing. Dimana Pantai Bingin berjarak sekitar 32 Km dari Kota Denpasar dan untuk menuju lokasi dapat ditempuh melalui dua arah, yaitu sekitar 6 Km ke utara dari kawasan luar Pura Uluwatu, atau 5 Km ke barat dari Kantor Kepala Desa, Desa Pecatu.

24/02/2010

Hadiah tiap tahun untuk Pantai Kuta

Hadiah tiap tahun untuk pantai Kuta adalah sampah yang datang dari laut, mulai sampah potongan kayu, sampah ikan, sampah plastik sehingga menggangu pemandangan. Meskipun petugas sudah berusaha membersihkan, namun sampah-sampah itu terus berdatangan.
Sementara mengenai tumpukan sampah di pantai Kuta, Satgas Pantai Kuta dan para pedagang membersihan tumpukan sampah agar tidak menggangu kenyamanan wisatawan,
sejak pagi hingga sore hari untuk membersihkan sampah itu. Namun tetap kewalahan untuk menangani tumpukan sampah pada musim sekarang.
Setiap pagi, ribuan kubik sampah berjejal di bibir pantai. Sampah tersebut dibawa oleh arus air laut akibat dampak embusan angin barat sejak bulan Desember lalu. Namun, setiap pagi, selalu saja ada tumpukan sampah berupa botol air mineral, kemasan rokok, plastik, ranting, potongan kayu, akar pohon, batang pohon pisang, dan kayu gelondongan, berjubel di situ. Pembersihan dilakukan sejak pagi hingga sore, sebanyak enam kali setiap harinya.
Satgas Pantai juga dibantu oleh unit alat berat (loader) dan satu unit truk sampah, kejadian semacam ini selalu berulang setiap datang angin barat yang biasanya berembus sejak pertengahan Desember hingga Pebruari. Tentu saja kondisi ini sangat menggangu kenyamanan berwisata di pantai tersebut. Selain tak sedap dipandang mata, sampah tersebut juga mengembuskan bau amis yang menyengat. Terganggunya wisatawan oleh sampah tersebut membuat pemasukan para pedagang di sepanjang pantai tersebut merosot drastis, karena Tamu-tamu jadi malas berjemur di pantai, Jadi tidak ada yang belanja. Tiap tahun pasti Pantai Kuta dibanjiri tumpukan sampah, saya sempat bertanya kepada masyarakat setempat, sejak kapan fenomena sampah kiriman ini terjadi ternyata dari dia kecil katanya beliau, beliau juga mengatakan sampah kayu dulu buat rebutan masyarakat tetapi sekarang sudah tidak lagi karena masyarakat sudah punya kompor gas. Zaman sudah berubah dari pake kayu bakar untuk memasak sekarang pakai kompor gas,tetapi kiriman sampah tetap berkunjung di pantai Kuta.
pesan saya : Janganlah buang sampah sembarangan buanglah di tempatnya.

Tempat makan di Pantai Kuta

Karena tidak ada namanya maka saya bilang aja kumpulan warung makan pasar seni pantai Kuta, karena di pantai Kuta banyak terdapat warung makan dari pertigaan jalan Melasti sampai Pantai Jerman(Segara), tetapi tidak kumpul seperti ini. kumpulan warung makan di pantai kuta yang letaknya di dekat Pasar Seni Kuta dan Inna Kuta Beach Hotel, kalau anda datang dari pintu masuk pantai Kuta yang di depan Hard Rock Café, tinggal belok kiri ada jalan paving blok untuk pejalan kaki, jalan terus melewati kantor Balawista, kantor Satgas Pantai Kuta, Inna Kuta Beach Hotel, terus sampailah anda di kumpulan warung makan yang terdapat kios - kios kecil yang menjual makanan dari berbagai daerah Indonesia.
Terdapat juga masakan Bali yaitu Gerang Asem yang enak sekali hmmm yummy, memakai base genep (bumbu lengkap) dengan citarasa yang kaya, dibuat dari ayam kampung, empuk karena dimasak lama di atas api kecil.
Ditambah Es Daluman yang terbuat dari air remasan daun daluman yang telah beku dicampur sirup gula merah dan sedikit santan tambah es serut,nikmat sekali sambil menikmati deburan ombak pantai Kuta.
Terdapat juga Lalapan Ayam yang terkenal karena disetiap pinggir jalan di Bali pasti ada Lalapan Ayam.
Ada juga makanan lainnya diantaranya Bakso, Sate Ayam/Kambing, Nasi Campur, Nasi Padang, Nasi Goreng, Mie Rebus/Goreng, dan juga minumanya Es Kelapa Muda, Es Gula, dll
Jangan heran kalau anda makan disebelah anda ada wisatawan luar negeri ikut makan, bingung yaa ada Bule makan Nasi Campur, Bakso,dll.
Di sini tempat makannya karyawan hotel, beach boy, pedagang, masyarakat umum,dll
Soalnya enak banget tempatnya buat nongkrong sehabis makan sambil melihat pantai kuta.
Silahkan mencoba makanan di tempat ini dan rasakan suasana yang sejuk karena banyak pohon besar dan juga bisa lihat tupai lagi berlari -larian di atas pohon.

Pelangi di Pantai Kuta

Ada Pelangi di Pantai Kuta-Bali, kalau kita ingin melihat berbagai orang dari bermacam-macam negara datanglah ke pantai kuta, dari pedagang di pantai kuta sudah mencerminkan Indonesia, pedagang di pantai Kuta dari berbagai daerah di Indonesia. Memang pantes ada pelangi di pantai kuta,berwarna warni orang nya, warna warni pula bahasa yang dipakai nya, di pantai Kuta yang dikelola Desa Adat Kuta.
Satgas Pantai Kuta yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban Pantai Kuta, selama 24 jam nonstop, menjaga pantai yang panjangnya 4 km,dari pertigaan Legian Beach Hotel Jalan Melasti sampai Patra Jasa Hotel yang berdekatan dengan Bandara International Ngurah Rai.


"KEEP KUTA BEACH CLEAN"
membersihkan sampah bersama pedagang bersama-sama demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung di Pantai Kuta.

jadwal membersihkan sampah setiap pagi,siang, sore demi kebersihan pantai Kuta yang sudah milik Dunia, bagi anda yang berlibur di pantai kuta tolong jaga kebersihan pantai dengan membuang sampah pada tempatnya anda sudah membantu menjaga kebersihan pantai Kuta .

Menyelamatkan Sarang Telur Penyu
penyu yang mendarat dan bertelur di Pantai Kuta jenis penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Menyelamatkan sarang telur penyu, ya benar Satgas pantai Kuta sangat peduli terhadap satwa dan lingkungan termasuk penyu, biasanya satgas Pantai Kuta patroli sepanjang pantai pada malam hari demi menjaga keamanan juga untuk melihat adakah penyu yang bertelur di pantai, kalau ada yang melihat atau ada laporan dari masyarakat mereka segera meluncur untuk menjaga penyu itu aman dari gangguan, sarang telur penyu kita relokasi ke tempat bak penetasan karena banyak faktor yang bisa menganggu jadi atau tidak telur itu jadi tukik, setiap hari Pantai Kuta tidak pernah sepi banyak pengunjung yang ingin menikmati Pantai Kuta yang kemungkinan akan menginjak sarang telur penyu tersebut, dan juga air pasang laut yang akan membuat rusak telur penyu, dan predator seperti anjing dan juga manusia yang tidak bertanggung jawab mengambil telur penyu, masih banyak sekali pekerjaan Satgas Pantai Kuta yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Satgas Pantai Kuta bekerja 24 jam nonstop, demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung di pantai Kuta. Sejarah Pantai Kuta
300 tahun yang lalu telah dibangun sebuah konco di pinggir “Tukad Mati” dimana sungai tersebut, dahulu dapat dilayari. Perahu masuk ke pedalaman Kuta, sehingga Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Mads Longe seorang pedagang Denmark abad ke 19, mendirikan markas dagangnya di pinggir sungai tersebut. Selama tinggal di Bali dia sering menjadi perantara antara Raja-Raja di Bali dan Belanda. Mads Longe meninggal secara misterius. Kuburan Mads Longe terletak disebelah konco di pinggir sungai tersebut.

Dahulu Kuta adalah sebuah desa nelayan yang sunyi, sekarang telah berubah menjadi kota kecil lengkap dengan kantor pos, kantor polisi, pasar, apotik, photo centre dll. Sepanjang pantai pasir putih yang berbentuk bulan sabit tersebut terhambat banyak hotel mewah. Perkembangan Sekitar Desa Kuta adalah wilayah semarak di Bali, dan merupaka sorga bagi wisatawan mancanegara. Kuta hampir semua kebutuhan wisatawan seperti pantai pasir putih, tempat yang sangat sempurna untuk berselancar, ber-restaurant, kafetaria, kios-kios yang menjual beraneka barang keperluan wisatawan serta disco yang membuat kehidupan malam sangat mengesankan

Di Kuta terdapat beberapa Desa Adat, diantaranya Desa Adat Kuta yang merupakan jantungnya pariwisata di Bali. Dalam perkembangan selanjutnya dimana Desa Adat Kuta yang terdiri dari 13 Banjar yaitu : Br. Pelasa, Br. Pemamoran, Br. Pengabetan, Br. Pering, Br. Pande Mas, Br. Temacun, Br. Tegal, Br. Buni, Br. Jaba Jero, Br. Teba Sari, Br. Anyar, Br. Segara, Br. Mertajati dengan batas-batas wilayah sebelah utara Desa Adat Legian, sebelah selatan Desa Adat Tuban dan disebelah timur Desa Suwung.

Selamat menikmati indahnya panorama dan ombaknya Pantai Kuta.

Patung Kuda yang selalu menyapa Wisatawan


Patung Kuda yang berada di lampu merah dan pintu gerbang masuk Bandara International Ngurah Rai,wilayah Tuban Kuta-Bali, disini tidak pernah sepi oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal, disini para wisatawan bisa mengambil gambar (karena patung kuda juga termasuk gambar yang ada di Postcard Bali) atau melepas lelah di tamannya, banyak anak kecil ataupun ABG juga suka nongkrong tempat ini, mungkin karena banyak sekitar nya tempat makan yang enak jadi sehabis makan mereka rela bersantai di Patung Kuda untuk kembali meneruskan perjalanannya.



disekitarnya ada berbagai tempat kuliner yaitu : chinese food, lalapan Ayam, sate kambing, warung padang, martabak dan terang bulan, nasi goreng, pia legong, pempek corner, warung sunda, ayam betutu, babi guling,dll

Selamat menikmati wisata kuliner di patung kuda yang terkenal di seluruh dunia.

23/02/2010

Bedugul tempat makan Bakso dan Bermain

Sudah pernah ke Bedugul kata banyak orang, sering itu kita dengar dan terus kita makan bakso sambil melihat pemandangan danau Beratan, waaah enak itu....
Ternyata beneran disitu berjejeran tempat makan bakso, ayooo tinggal pilih tempatnya yang enak ya tidak begitu mahal, sehabis makan bakso kita bisa beli Strawberry hasil panen dari petani di bedugul buat cuci mulut dan parkiran buat motor dan mobil juga luas, sehabis kita makan bakso tidak lupa untuk bermain sejenak kita bisa mancing atau bermain "Bola" yang dalamnya bisa kita masuk, wuuiich hebaaat....